Selasa, Februari 07, 2012

Apa itu Peradaban Planeter?

Berdasarkan:
Buku Prof. Michio Kaku: (1) Physics of the Future, dan (2) Visions
Buku Jansen Sinamo: (1) 8 Etos Kerja Profesional, dan (2) Sains, Etika, dan Keluhuran

Peradaban planeter adalah dunia yang didominasi oleh nalar dan sains, komputer super dan komputasi masif, web dan internet, materi nano dan mesin-mesin super renik, kecerdasan buatan dan robotika, kedokteran seluler dan molekuler, transportasi maglev dan angkasa luar, yang digerakkan oleh energi terbarukan, yakni energi yang berasal dari magma, samudera, atmosfir, serta inti hidrogen.

Dalam peradaban ini, ketika sains, teknologi, dan ekonomi dunia begitu luar biasa majunya, musuh bersama kita masih tetap yang dulu juga: egoisme, rasisme, fundamentalisme, dan barbarisme. Inilah akar-akar penyebab masih menyoloknya kemiskinan, serba ketimpangan, konflik dan pertikaian di dunia ini.

Karena itu, keluhuran filsafat dan kekuatan agama dari seluruh penjuru dunia termasuk Pancasila dan 8 Etos Kerja Profesional semakin perlu dikembangkan menjadi bagian integral peradaban baru ini.
Empat gaya dan hukum alam yang paling mendasar: gravitasi, elektromagnetik, nuklir lemah dan nuklir kuat yang baru tuntas difahami pada Abad 20, kemudian mewujud menjadi 3 revolusi besar di bidang sains: (1) revolusi kuantum, (2) revolusi komputer, dan (3) revolusi molekuler; selanjutnya tampil menjadi berbagai teknologi baru yang mengubah dunia kita: listrik, radio, televisi, telepon, komputer, web, internet, microwave, elevator, sinar-x, laser, ultraviolet, infra merah, fotografi, video, mikroskop, teleskop, antibiotik, imunisasi, farmasi, USG, MRI, AC, tenaga nuklir, motor, mobil, robot, radar, pesawat terbang, dan kapal laut. Revolusi sains dan teknologi inilah yang diperkirakan memuncak pada Abad 21 ini, yang menghadirkan peradaban planeter di atas.
Source :
1. Fanpage 8 Etos Kerja Profesional (http://www.facebook.com/pages/8-Etos-Kerja-Profesional).
2. Website  8 Etos Kerja Profesional (http://8etos.com).


Minggu, Februari 05, 2012

Prinsip Dasar Manajemen Risiko (Risk Management)



by : HSP Health Safety Protection

Manajemen risiko mulai diperkenalkan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja pada era tahun 1980-an setelah berkembangnya teori accident model dari ILCI dan juga semakin maraknya isu lingkungan dan kesehatan. Manajemen risiko bertujuan untuk minimisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan ataupun peluang. Bila dilihat terjadinya kerugian dengan teori accident model dari ILCI,maka manajemen risiko dapat memotong mata rantai kejadian kerugian tersebut,sehingga efek dominonya tidak akan terjadi. Pada dasarnya manajemen risiko bersifat pencegahan terhadap terjadinya kerugian maupun ‘accident’.
Ruang lingkup proses manajemen risiko terdiri dari:

Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola risikonya :
  • Identifikasi risiko,
  • Analisis risiko,
  • Evaluasi risiko,
  • Pengendalian risiko,
  • Pemantauan dan telaah ulang,
  • Koordinasi dan komunikasi.
Pelaksanaan manajemen risiko haruslah menjadi bagian integral dari pelaksanaan sistem manajemen perusahaan/ organisasi. Proses manajemen risiko Ini merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk terciptanya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Proses manajemen risiko juga sering dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.
Manajemen risiko adalah metode yang tersusun secara logis dan sistematis dari suatu rangkaian kegiatan:penetapan konteks,identifikasi,analisa,evaluasi,pengendalian serta komunikasi risiko. Proses ini dapat diterapkan di semua tingkatan kegiatan,jabatan,proyek,produk ataupun asset. Manajemen risiko dapat memberikan manfaat optimal jika diterapkan sejak awal kegiatan. Walaupun demikian manajemen risiko seringkali dilakukan pada tahap pelaksanaan ataupun operasional kegiatan.
Terdapat empat prasyarat utama manajemen resiko,yaitu:
1. Kebijakan Manajemen Risiko
Eksekutif organisasi harus dapat mendefinisikan dan membuktikan kebenaran dari kebijakan manajemen risikonya,termasuk tujuannya untuk apa,dan komitmennya. Kebijakan manjemen risiko harus relevan dengan konteks strategi dan tujuan organisasi,objektif dan sesuai dengan sifat dasar bisnis (organisasi) tersebut. Manejemen akan memastikan bahwa kebijakan tersebut dapat dimengerti,dapat diimplementasikan di setiap tingkatan organisasi.
2. Perencanaan Dan Pengelolaan Hasil
1. Komitmen Manajemen;Organisasi harus dapat memastikan bahwa:
  • Sistem manejemen risiko telah dapat dilaksanakan,dan telah sesuai dengan standar
  • Hasil/ performa dari sistem manajemen risiko dilaporkan ke manajemen organisasi,agar dapat digunakan dalam meninjau (review) dan sebagai dasar (acuan) dalam pengambilan keputusan.
2. Tanggung jawab dan kewenangan;Tanggung jawab,kekuasaan dan hubungan antar anggota yang dapat menunjukkan dan membedakan fungsi kerja didalam manajemen risiko harus terdokumentasikan khususnya untuk hal-hal sebagai berikut:
  • Tindakan pencegahan atau pengurangan efek dari risiko.
  • Pengendalian yang akan dilakukan agar faktor risiko tetap pada batas yang masih dapat diterima.
  • Pencatatan faktor-faktor yang berhubungan dengan kegiatan manajemen risiko.
  • Rekomendasi solusi sesuai cara yang telah ditentukan.
  • Memeriksa validitas implementasi solusi yang ada.
  • Komunikasi dan konsultasi secara internal dan eksternal.
3. Sumber Daya Manusia;Organisasi harus dapat mengidentifikasikan persyaratan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualifikasi SDM perlu untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang relevan dengan pekerjaannya seperti pelatihan manajerial,dan lain sebagainya.
3. Implementasi Program
Sejumlah langkah perlu dilakukan agar implementasi sistem manajemen risiko dapat berjalan secara efektif pada sebuah organisasi. Langkah-langkah yang akan dilakukan tergantung pada filosofi,budaya dan struktur dari organisasi tersebut.
4. Tinjauan Manajemen
Tinjauan sistem manajemen risiko pada tahap yang spesifik,harus dapat  memastikan kesesuaian kegiatan manajemen risiko yang sedang dilakukan dengan standar yang digunakan dan dengan tahap-tahap berikutnya.
Manajemen risiko adalah bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen proses. Manajemen risiko adalah bagian dari proses kegiatan didalam organisasi dan pelaksananya terdiri dari mutlidisiplin keilmuan dan latar belakang,manajemen risiko adalah proses yang berjalan terus menerus.
Elemen utama dari proses manajemen risiko,seperti yang terlihat pada gambar meliputi:
  • Penetapan tujuan;Menetapkan strategi,kebijakan organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan dilakukan.
  • Identifkasi risiko;Mengidentifikasi apa,mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut.
  • Analisis risiko;Dilakukan dengan menentukan tingkatan probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi. Kemudian ditentukan tingkatan risiko yang ada dengan mengalikan kedua variabel tersebut (probabilitas X konsekuensi).
  • Evaluasi risiko;Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar. Setelah itu tingkatan risiko yang ada untuk beberapahazards dibuat tingkatan prioritas manajemennya. Jika tingkat risiko ditetapkan rendah,maka risiko tersebut masuk ke dalam kategori yang dapat diterima dan mungkin hanya memerlukan pemantauan saja tanpa harus melakukan pengendalian.
  • Pengendalian risiko;Melakukan penurunan derajat probabilitas dan konsekuensi yang ada dengan menggunakan berbagai alternatif metode,bisa dengan transfer risiko,dan lain-lain.
  • Monitor dan Review;Monitor dan review terhadap hasil sistem manajemen risiko yang dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu dilakukan.
  • Komunikasi dan konsultasi;Komunikasi dan konsultasi dengan pengambil keputusan internal dan eksternal untuk tindak lanjut dari hasil manajemen risiko yang dilakukan.


Manajemen risiko dapat diterapkan di setiap level di organisasi. Manajemen risiko dapat diterapkan di level strategis dan level operasional. Manajemen risiko juga dapat diterapkan pada proyek yang spesifik,untuk membantu  proses pengambilan keputusan ataupun untuk pengelolaan daerah dengan risiko yang spesifik.
Beberapa Istilah Penting Dalam Manajemen Risiko
1.      Konsekuensi
Akibat dari suatu kejadian yang dinyatakan secara kualitatif atau kuantitatif,berupa kerugian,sakit,cedera,keadaan merugikan atau menguntungkan. Bisa juga berupa rentangan akibat-akibat yang mungkin terjadi dan berhubungan dengan suatu kejadian.
2.      Biaya
Dari suatu kegiatan,baik langsung dan tidak langsung,meliputi berbagai dampak negatif,termasuk uang,waktu,tenaga kerja,gangguan,nama  baik,politik dan kerugian-kerugian lain yang tidak dinyatakan secara jelas.
3.      Kejadian
Suatu peristiwa (insiden) atau situasi,yang terjadi pada tempat tertentu selama interval waktu tertentu.
4.      Analisis Urutan Kejadian
Suatu teknik yang menggambarkan rentangan kemungkinan dan rangkaian akibat yang bisa timbul dari proses suatu kejadian.
5.      Analisis Urutan Kesalahan
Suatu metode sistem teknik untuk menunjukkan kombinasi-kombinasi yang logis dari berbagai keadaan sistem dan penyebab-penyebab yang mungkin bisa berkontribusi terhadap kejadian tertentu (disebut kejadian puncak).
6.      Frekuensi
  Ukuran angka dari peristiwa suatu kejadian yang dinyatakan sebagai jumlah peristiwa suatu kejadian dalam waktu tertentu. Terlihat juga seperti kemungkinan dan peluang.
7.      Bahaya (hazard)
Faktor intrinsik yang melekat pada sesuatu dan mempunyai potensi untuk menimbulkan kerugian.
8.      Monitoring/ Pemantauan
Pengecekan,Pengawasan,Pengamatan secara kritis,atau Pencatatan kemajuan dari suatu kegiatan,tindakan,atau sistem untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi.
9.      Probabilitas
Digunakan sebagai gambaran kualitatif dari peluang atau frekuensi.
Kemungkinan dari kejadian atau hasil yang spesifik,diukur dengan rasio dari kejadian atau hasil yang spesifik terhadap jumlah kemungkinan kejadian atau hasil. Probabilitas dilambangkan dengan angka dari 0 dan 1,dengan 0 menandakan kejadian atau hasil yang tidak mungkin dan 1 menandakan kejadian atau hasil yang pasti.
10.    Risiko Ikutan
Tingkat risiko yang masih ada setelah manajemen risiko dilakukan.
11.    Risiko
Peluang terjadinya sesuatu yang akan mempunyai dampak terhadap sasaran. Ini diukur dengan hukum sebab akibat. Variabel yang diukur biasanya probabilitas,konsekuensi dan juga pemajanan.
12.    Penerimaan Risiko (acceptable risk)
Keputusan untuk menerima konsekuensi dan kemungkinan risiko tertentu.
13.    Analisis risiko
Sebuah sistematika yang menggunakan informasi yang didapat untuk menentukan seberapa sering kejadian tertentu dapat terjadi dan besarnya konsekuensi tersebut.
14.    Penilaian risiko
Proses analisis risiko dan evalusi risiko secara keseluruhan.
15.    Penghindaran risiko
Keputusan yang diberitahukan tidak menjadi terlibat dalam situasi risiko.
16.    Pengendalian risiko
Bagian dari manajemen risiko yang melibatkan penerapan kebijakan,standar,prosedur perubahan fisik untuk menghilangkan atau mengurangi risiko yang kurang baik.
17.    Evaluasi risiko
Proses yang biasa digunakan untuk menentukan manajemen risiko dengan membandingkan tingkat risiko terhadap standar yang telah ditentukan,target tingkat risiko dan kriteria lainnya.
18.    Identifikasi Risiko
Proses menentukan apa yang dapat terjadi,mengapa dan bagaimana.
19.    Pengurangan Risiko
Penggunaan/ penerapan prinsip-prinsip manajemen dan teknik-teknik yang tepat secara selektif,dalam rangka mengurangi kemungkinan terjadinya suatu kejadian atau konsekuensinya,atau keduanya.
20.    Pemindahan Risiko (risk transfer)
Mendelegasikan atau memindahkan suatu beban kerugian ke suatu kelompok/ bagian lain melalui jalur hukum,perjanjian/ kontrak,asuransi,dan lain-lain. Pemindahan risiko mengacu pada pemindahan risiko fisik dan bagiannya ke tempat lain.



Sabtu, Februari 04, 2012

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Versus Produktivitas

Oleh: Jamaludin

Budaya K3 – Seringkali kita mendengar bahwa K3 merupakan suatu hal yang utama dalam pelaksanaan Industri.  Baik itu industri rumahan hingga sampai industri yang berkelas besar. Bahkan pemerintah pun turun tangan dalam mengatasi permasalahan K3 yang ada pada setiap perusahaan. Permasalahan K3, pada umumnya diidentikan pada sebuah kecelakaan. Bahkan tidak jarang pula sebuah perusahaan diklaim buruk jika pada perusahaan tersebut sudah terjadi kecelakaan. Begitu pun sebaliknya, apabila dalam perusahaan tersebut belum terjadi kecelakaan mereka mengklaim perusahaannya bagus dalam penerapan K3. Padahal, pada kenyataanya K3 dalam perusahaan tersebut hanya sebagai bentuk formalitas dan slogan.
Secara kasat mata, permasalahan K3 ini merupakan suatu permasalahan yang sepele. Biasanya perusahaan, mengatasi masalah tersebut hanya dengan merekrut karyawan yang bertugas sebagai petugas K3 di dalam perusahaannya yang dinilai mampu menyelesaikan masalah tersebut. Permasalahan K3 adalah tanggung jawab petugas K3. Padahal ini salah besar, permasalahan K3 adalah tanggung jawab bersama. Peranan petugas K3 sebagai fasilitator berjalannya program-program K3 yang ada di perusahaan.
Namun, pada pelaksanaannya seringkali petugas K3 ini hanya dijadikan sebagai tameng perusahaan. Dilibatkan apabila ada permasalahan atau isu yang terkait dengan K3, atau bahkan jika terjadi kecelakaan dalam sebuah perusahaan.
Perlu ditelaah lebih mendalam akar permasalahan yang terjadi dalam sebuah perusahaan sehingga perusahaan hanya menganggap K3 sebagai pelengkap atau persyaratan pemenuhan persyaratan. Bukan sebagai kebutuhan, atau sebagai hal yang krusial dalam sebuah usaha produksi.
Kalau kita berkaca terhadap perusahaan-perusahaan asing yang berada di Indonesia. Dimana penerapan K3 ini merupakan sebuah aktivitas utama dalam setiap aspek kegiatan yang ada di perusahaan. Justru pelaksana K3 pada perusahaan tersebut bukan petugas K3 langsung. Melainkan para penanggung jawab setiap bagian atau unit dari pekerjaan. Ini bukan suatu hal yang terjadi begitu saja, atau karena memang perusahaan besar yang memiliki dana operasional besar. Itu pun salah besar, jika kita menganggap K3 itu membutuhkan biaya besar.
Biasanya kita baru sadar pentingnya K3 itu, jika sudah terjadi suatu kejadian yang nilai kerugiannya tampak jelas. Seperti terjadinya kebakaran yang sangat nyata kehilangan aset gedung beserta isinya. Kita pun baru sadar pentingnya K3, jika sudah terjadi kecelakaan yang menyebabkan Hilangnya nyawa seseorang. Besaran biaya pencegahan dibandingkan kerugian yang terjadi sangat tampak terlihat.
Sebelum kejadian, banyak yang berpikiran tidak ada waktu untuk menerapkan K3. Sering juga kita mendengar, tidak sempat melakukannya karena sedang mengejar produksi. Namun, ketika kejadian tersebut menimpanya. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang muncul? Berapa waktu kerja yang Hilang? Berapa besarnya produksi yang tertunda?
Upaya yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar yang sudah menerapkan K3 dalam setiap aspek kegiatan tidaklah mudah. Dalam hal ini sangat diperlukan komitmen yang kuat dari setiap level Jabatan. Bukan hanya, menuntut karyawan level bawah harus menjalankan K3 sedangkan level atas dibolehkan melanggar pelaksanaan K3. Justru hal ini dilakukan sebaliknya, sebagai atasan wajib memberikan contoh kepada bawahannya dalam melakukan segala aktivitas dengan mengutamakan keselamatan kerja.
Kunci dari penerapan K3 yang dilakukan perusahaan besar tersebut adalah Membudayakan K3 dalam kehidupan. Budaya memang suatu kata yang terlihat sepele namun memiliki makna yang sangat mendalam. Membentuk sebuah budaya, tidak semudah dengan memberikan reward atau punishment dari atasan kepada bawahannya. Budaya ini muncul dari diri kita sendiri. Dari pikiran masing-masing individu yang ada dalam sekumpulan organisasi. Budaya merupakan sebuah komitmen dari masing-masing individu. Memulai dari diri kita sendiri. Memulai dari hal yang terkecil. Memulainya dari sekarang.
Jika setiap individu sadar akan pentingnya K3 dalam kehidupan dan Membudayakan K3 dalam setiap aspek kegiatan. Maka, angka kecelakaan dapat berkurang dengan drastis. Produktivitas akan meningkat dengan sendirinya. Anda tidak percaya??? Coba dengan memulai penerapan K3 dalam kehidupan Anda, dalam setiap pekerjaan yang Anda lakukan. Mengikuti setiap arahan dan Instruksi yang diberikan atasan atau petugas K3 yang ada di perusahaan Anda. Ingat! Kita bekerja tentunya ingin pulang dengan membawa hasil dari pekerjaannya ke rumah dan dapat dinikmati bersama dengan keluarga.



Kamis, September 15, 2011

My 27th Birthday

happy birthday…


Hidup itu adalah anugerah. Hidup itu adalah pilihan. Hidup adalah perjuangan. Kedewasaan seseorang tidaklah diukur dari usia, tetapi lebih dari itu, seberapa banyak dia menyadari, menemukan, merasakan dan menjalani makna dari arti dan tujuan kehidupan yang sebenarnya. Penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, dan tersenyum lega seraya berkata, I’m alive. Satu impianku tercapai, dan biarlah impian-impian ku satu persatu terwujud di masa yang akan datang. That’s a power of dreams. There can be miracle when we believe. And we believe we can fly because we have wings to fly and soar like an eagle. (Courtesy of Celine Dion, Mariah Carey feat Whitney Houston, and R. Kelly). Their songs is so inspiring me. And last, Hidup itu indah. Karena yang menciptakan hidup itu adalah TUHAN sendiri, yang penuh dengan keindahan dan kasih setia.

Shalom Aleichem….


My Pray and Thanks Giving on my 27th Birthday :

Abba, Father, I thank You for Thy  kindness, Thy faithfulness, and Thy grace to me. Thou have added one year again to me. It’s a great grace, great blessing for me. May God always give me a long age, healthy, success for all my planning, give the joy and happiness to my great family and day by day my spiritual growth, more obedient, so I can praise Thy Name more and more and being a truly Christian, Thy follower. Thanks Father. In Christ Jesus name we pray and grateful. Haleluya. Amen.


….an anniversary to dwelled on

Jumat, Juli 08, 2011

Family, Work and God, which comes first?

by : Larry Amon

Many Christians seem to get their priorities mixed up concerning these areas of their life. God comes first not only because He knows what’s best for us including everything else on the list but more importantly because He created us. Your family comes next because they are not only what you work for but they add meaning to your life in a way that work can not. After this work is some where down the list but not necessarily third on the list. Work needs to be a priority to provide for your financial needs with the understanding that God is really the one who provides all our needs including our jobs.

God should be first in your life but it should also be understand that God will not ask you to abandon what he has given you responsibility over for something else. For example, God will not contradict Himself. He will not give you a family and then have you leave them to do His work. Marriage is a lifelong commitment and in the Bible Paul talks about the benefits of being single. One benefit is that you can serve God without being tied to a family. This doesn’t mean that married people can not serve God, it’s just in a different way. This also does not mean that marriage is bad but that both married and single people are called to serve God even though it may be in different ways.

In our society even though we know work should not be our first or even second love it frequently takes that place. The reason for this is that because work can be completed in easily observed and measured steps with predictable positive results, people find satisfaction in that. Work may be easy compared to relationships, but work does not love you nor does it have the capacity to love you. Work should be a means to an end, not an end in and of itself. People also fall into this trap when their work is for God. But we learn from Mary and Martha that spending time with God is better than spending time for God.


Rabu, Juni 22, 2011

Jakarta Masuk Acara Megacities di National Geographic Channel

By : Erik Tapan (Kontributor Kompasiana ‘Urban’)

  

Pada tahun 2030 diperkirakan dua dari tiga orang akan bermukim di daerah urban, yang mana merupakan suatu daerah yang paling cepat perkembangannya. Karena itu, National Geographic Channel (NGC) mengangkat kota-kota penghuni para urban antara lain kota Jakarta. Selain di NGC, acara Megacities yang membahas Jakarta ini, diputar kembali (re-run) di Metro TV dan TV One. Suatu tontonan yang dibuat dengan sangat menarik karena selain menampilkan kondisi saat ini (al. macet, kumuh, crowded), banyak juga ditampilkan grafik 3D untuk Jakarta masa depan, seperti pembuatan pulau & tanggul di Jakarta Utara (laut Jawa), sistem MRT, dll. Tidak ketinggalan tentunya wawancara dengan pengguna KRL Jabodetabek dan warga Jakarta Timur yang pada tahun 2010 sudah terbebas dari banjir.

Kisah dimulai dengan woro-woro yang saya terima dari BBM seperti ini:
Hebohnya banjir dan macet di Jakarta sampai menggelitik National Geographic Channel untuk membuat tayangan khusus yang dikemas secara apik, hi-tech, dan edukatif dengan kualitas High Definition (HD).  “Megacities: Jakarta” telah ditayangkan pada :
  1. National geographic Channel (Indovision) 3 Des 19:00
  2. MetroTV, 4 Des 19:05
  3. TV One, 4 Des 21:00
Saat membaca itu, terus terang saya membayangkan suatu dokumentasi berupa potret kota Jakarta saat ini dengan segala permasalahannya. Dan memang benar, yang dipotret sebagian hal tersebut (termasuk tayangan suasana car free day dan masyarakat sedang ber-OR di hari Minggu), namun yang membuat tayangan ini menarik  adalah disajikannya konsep Jakarta yang sedang berlangsung (yang ternyata banyak yang belum saya ketahui) dan Jakarta masa depan. Jadinya mirip acara developer yang sering kita saksikan di televisi-televisi. Perbedaannya, ini dikemas dengan sangat baik sehingga bisa membuat warga Jakarta bangga akan Jakarta dan tentunya akan makin banyak penduduk daerah lain yang ingin mengadu nasib di Jakarta. Lupakanlah usulan pemindahan Ibu Kota.
Menurut tayangan tersebut, masalah  utama yang saat ini harus segera diatasi adalah: sistem pengelolaan tanah, sistem transportasi, sistem pencegahan banjir dan pengolahan sampah. Semua masalah yang timbul tersebut, merupakan akumulasi dari kondisi dan perlakukan penduduk masa lampau, di mana masyarakat Jakarta percaya bahwa alam begitu kaya dan bersahabat sehingga bisa melindungi dan memperhatikan kita semua (jadinya kita bisa berbuat semau gue, buang sampah ataupun nyedot air sembarangan). Ke depan diharapkan masyarakat Jakarta harus sudah memiliki paradigma baru, mau lebih memperhatikan dan menjaga alam sekitarnya. Belajar untuk melindungi alam tempat kita hidup dan menikmati anugerahNya.

Materi-materi 3D yang menarik
Berikut beberapa materi-materi 3D yang menarik yang disajikan pada acara yang diputar selama 1 jam tersebut:
  1. Guna mengatasi masalah banjir, bisa terlihat bagaiamana usaha pengurukan tanah di laut Jawa sehingga menciptakan pulau-pulau tambahan di Jakarta Utara (kaya’ palm tree island di Dubai jadinya  ya, eriktapan). Jadi selain masalah banjir teratasi, di atas pulau-pulau tersebut (ini berbeda dengan di Dubai) bisa dihuni oleh warga Jakarta. Juga akan dibuat tanggul setinggi 3 meter dari permukaan air laut guna melindungi pulau ini dan kota Jakarta tentunya dari bahaya masuknya air laut (rob).
    Untuk mengurangi amblasnya tanah, dihimbau agar masyarakat bisa mengurangi pemanfaatan air tanah (perlu juga diperhatikan de-water-isasi pembangunan gedung-gedung besar)
  2. Dalam bidang transportasi selain bus way akan dibangun MRT, yang akan membelah Jakarta dari Utara ke Selatan selanjutnya dari Barat ke Timur. Selain station-station di atas tanah, untuk mengurangi biaya pembelian tanah akan dibangun juga station-station MRT  bawah tanah.  MRT ini akan di-sinergi-kan dengan moda angkutan lainnya seperti: bus, trans Jakarta dan mono rel. Khusus untuk monorol terlihat dibuat hanya di segitiga emas saja.
  3. Untuk sampah, ternyata kalau dahulu sempat heboh karena adanya pihak-pihak yang keberatan menjadi “tempat sampah”, namun dengan teknologi, sampah tersebut (yang menghasilkan gas metana) bisa dikelola untuk mendirikan pembangkit tenaga listrik (sumber energi).
Kesimpulan tayangan ini
Dari tayangan ini, dikatakan karena masalah saat ini terjadi secara perlahan-lahan tentu untuk perbaikannya tidak bisa secara dilakukan cepat melainkan secara bertahap yang kadangkala tidak disadari oleh penduduk Jakarta. Sebagai contoh persoalan banjir yang saat ini sudah berkurang 30% dibandingkan tahun lalu. Diharapkan akan menjadi 40% (tahun 2011) dan musnah sepenuhnya pada tahun 2016. Bersama kita bisa. Penasaran mengenai program Megacities dari National Geographic Channel?
Berikut kutipannya:
Megacities takes a revolutionary look at the places where most of us live: the modern Metropolis. Megacities focuses on the single aspect of a city’s infrastructure which best informs the life and functions of that place. Each city is examined as an organism: living, breathing, and growing. In order to survive, these infrastructures must each function independently, and yet blend into a harmony of man, machine, strategy and system, which defines it as a mega city. Megacities examines the infrastructure of eight iconic locations around the world: Las Vegas, Mexico City, Hong Kong, London, Paris, Sao Paulo, Mumbai and New York. Through dramatic storytelling, unparalleled access and sophisticated computer graphics blended seamlessly with live action, Megacities takes viewers beyond the monuments - and into the machinery - that is the true, living marvel of each mega city.

Source : http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2010/12/05/jakarta-masuk-acara-megacities-di-national-geographic-channel/

 

Kamis, Maret 24, 2011

10 Ciri Wanita Idaman Pria


Dilansir dari Askmen (senin,18/9/2006). Pria buka mulut soal wanita idaman yg membuat mereka tergila-gila. 10 ciri-ciri wanita impian pria untuk menjadi kekasihnya:
  1. Wanita yg menjadikan anda pria lebih baik. Pada dasarnya seorang pria yang mempunyai kekasih atau istri yang hebat akan berkata pasangannya lah yang membuatnya ingin menjadi orang yang lebih baik.
  2. Wanita yang mencintai anda sepenuh hati. Jika anda menemukan wanita yang mencintai anda sepenuh hati, mau menerima anda apa adanya jangan sia-siakan dia. Tentunya setiap manusia itu mempunyai kebiasaan yang menjengkelkan, tapi jika ia mencintai anda sepenuh hati,pasti dia bisa memakluminya.
  3. Wanita yang cepat akrab dengan teman dan keluarga kekasihnya. Pacar yang baik sangat menghargai orang-orang yang dianggap penting bagi kekasihnya.
  4. Wanita yang bisa mengontrol emosi. Pada dasarnya semua wanita cenderung tukang ngomel. Pacar yang baik tau kapan waktunya menahan amarah n kapan waktu yang tepat untuk mengeluarkannya.
  5. Wanita yang bisa menghargai kepribadian kekasihnya. Secara tak sadar kadang kepribadian pria berubah karena permintaan kekasihnya. Nah kekasih semacam inilah yang dihindari pria.
  6. Wanita yang menghormati kekasihnya. Hal ini penting!!. Pria akan senang jika punya pacar yang bisa menghargai dan menghormatinya sebagai seorang lelaki.
  7. Wanita yang cantik. Layaknya istri,pacar yang hebat pastinya juga ingin terlihat cantik dimata kekasihnya.
  8. Wanita yang satu hati soal seks. Ketidak cocokan masalah seks bisa jadi problem yang mengganjal dalam hubungan anda.
  9. Wanita yang cerdas. Wanita yang cerdas akan mempunyai berbagai macam cara yang bisa membuat kekasihnya tidak bosan jika berada di dekatnya.
  10. Wanita yang mandiri. Tak ada seorang pria yang ingin menjadi baby sitter kekasihnya.