by: Gunawan Santoso
re-written by : Helin Simatupang
Alumni, khususnya yang baru saja lulus, seringkali mengalami kejutan saat memasuki dunia kerja. Apa yang biasa dilakukan pada waktu mahasiswa ternyata tidak bias lagi dilakukan, bahkan menghadapi banyak hal yang tidak seperti yang dibayangkan dan ‘diajarkan’ ketika mahasiswa. Karenanya perlu dibukakakn hal-hal yang penting pada dunia kerja supaya dapat melakukan persiapan yang serius sejak mahasiswa.
Untuk mempermudah pembahasan, dunia kerja dapat dibagi menjadi beberapa periode, yang mempunyai masalah dan tantangan yang berbeda sehingga perlu disikapi secara berbeda pula. Secara sederhana, periode tersebut dapat dibagi menjadi :
- Lulus s/d masa kerja 2 tahun
- Masa kerja 2 s/d 5 tahun
- Masa kerja 5 s/d 10 tahun
- Masa kerja diatas 10 tahun
Kita akan membahasnya satu persatu, tapi sengaja akan dibatasi sampai masa kerja 10 tahun supaya tidak terlalu mengambang dan lebih relevan dengan kondisi saat ini.
I. LULUS S/D MASA KERJA 2 TAHUN
Setelah lulus, alumni akan dihadapkan pada pertanyaan :
- Usaha sendiri
- Kerja
Masing-masing mempunyai plus minusnya sendiri dan setiap keputusan adalah sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing alumni.
Jika yang dipilih adalah kerja, maka pertanyaan berikutnya adalah kerja di bidang apa? Apa harus bidang keteknikan seperti pelayanan kategorial yang selama ini dikembangakan? Maka, periode ini adalah periode pencarian kerja yang cocok.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana jika setelah sekian lama belum juga dapat pekerjaan? Bagaimana menyikapinya? Apa ada sebab atau latar belakang kenapa belum dapat kerja? Penyebabnya dapat dari dalam (kepribadian) sehingga harus ‘merubah’ diri, atau dari hal teknis (seperti interview, kemampuan berbahasa dll) yang dapat dilatih. Sering ini menjadi titik kritis pertama dimana alumni bias mundur karenanya.
Setelah mendapat kerja, maka tantangan baru muncul yaitu di bidang apa dan dimana alumni barru ini bekerja. Jika bekerja di bidang keteknikan, maka tantangannya adalah ‘kejutan budaya’ atau culture shock khususnya yang terkait dengan lingkungan kerja, manajemen waktu, teman sekerja, pacaran dan pelayanan. Jika bekerja di bidang yang sama sekali baru, tantangannya bertambah dengan keharusan belajar dalam waktu singkat bidang baru tersebut, yang sering bias bikin frustasi. Belum lagi jika tempat kerjanya berada di kota yang sama sekali baru, khususnya jika itu kota metropolitan seperti Jakarta. Tantangan jadi maskin besar, karena budaya kotanya jadi berbeda sekali. Disini titik kritis kedua alumni bias hilang, karena alumni baru tiba-tiba menjadi ‘new kids in the block’.
‘Lolos’ dari tantangan ini , akan muncul godaan baru untuk pindah kerja. Biasanya pada periode ini alas an paling utama adalah gaji atau bidang kerja/kota (tempat) yang tidak cocok. Jika bisa bertahan di tempat kerjanya, maka ybs akan bisa tahan kira-kira sampai 5 tahun.
Perlu digarisbawahi bahwa pada periode ini ‘gaya hidup’ dan ‘pola pikir’ alumni masih mirip-mirip dengan mahasiswa, sehingga kejutan yang terjadi bias terasa sekali untuk sebagian alumni. Karena masih seperti mahasiswa, masalah rohani biasanya masih bisa ‘bertahan’ pada titik ini. Tapi, pergumulan lain seperti pacaran dan pelayanan bias menimbulkan kejutan baru khususnya karena waktu dan tempat kerja yang berbeda dengan waktu mahasiswa. Keuangan biasanya juga belum jadi masalah.
Apa yang harus disiapkan untuk menghadapi periode ini? Yang paling utama adalah persiapan mental dan siap merubah paradigm dari pola pikir mahasiswa kepada pola pikir karyawan/usahawan. Semakin cepat adaptasi bias dilakukan, makin cepat juga pola pikir ini diubahkan, sehingga kemajuan dalam pekerjaan akan sangat cepat. Ini dapat dilakukan dengan banyak bergaul dengan alumni yang sudah bekerja dan banyak mengikuti kegiatan non mahasiswa.
Hal lain yang segera dilakukan adalah peningkatan kekmampuan dan skill dari calon alumni. Bukan rahasia lagi bahwa alumni Yogya terkenal dengan sikapnya yang terlalu ‘ndeso’, lemah dalam komunikasi dan argumentasi serta penguasaan bahasa asing yang agak ‘payah’. Ini hal-hal yang hasrus segera ditingkatkan.
II. MASA KERJA 2 S/D 5 TAHUN
Pada periode ini karyawan paling banyak keluar masuk tempat kerja dengan berbagai alasan, mulai dari tidak cocok dengan bidang kerjanya, gaji yang lebih tinggi atau suasana kerja yang kurang mendukung serta seabrek alasan yang lain. Jika bisa bertahan di tempat kerja semula, biasanya akan dapat bertahan kira-kira 10 tahun. Pada akhir masa 5 tahun, kira-kira kedudukannya adalah setingkat Manager. Masalah yang dihadapi lebih beragam, sehingga kemungkinan ‘jatuh’ juga menjadi meningkat.
Jika sampai 2 tahun biasanya uang tidak banyak bias ditabung, pada periode ini uang mulai meningkat. Mobil bias jadi sudah dimiliki, apakah beli atau kredit. Rumah juga mulai terpikirkan, khususnya jika mau menikah, lepas kontrak atau beli. Maka pengelolaan keuangan akan menjadi tantangan baru. Pemakaian kartu kredit harus mendapat perhatian khusus karena merupakan titik kritis bagi banyak orang.
Pergaulan akan menjadi semakin luas dan menimbulkan masalah dan tantangan baru. Teman, atasan atau kolega bisa menyeret kita ke dua arah, baik atau buruk. Setiap pilihan lingkungan pergaulan kita akan menentukan arah karier kita tapi juga arah hidup rohani kita.
Beberapa alumni memutuskan untuk mengawali bahtera pernikahan yang berakibat focus dunia kerja mulai terbagi karena saat itu karier masih belum mantap betul. Konflik juga mulai timbul karena hidup sekarang tidak sendiri lagi, tapi berdua atau bahkan sudah bertiga jika setelah menikah langsung punya anak. Konflik menjadi multi dimensi, antara pekerjaan, hubungan suami istri dan anak. Belum lagi masalah keuangan yang tiba-tiba menjadi sedikit ruwet dengan terbentuknya keluarga baru ini karena kebutuhan keluarga berbeda dengan waktu lajang.
Masalah lain yang akan timbul adalah pelayanan. Jika sebelumnya masih model mahasiswa, pada periode ini mulai mencoba bentuk pelayanan lain seperti di gereja, persekutuan atau lembaga pelayanan lain. Ini juga berpotensi menimbulkan masalah, baik dari segi pola piker dan kebiasaan semasa mahasiswa/alumni baru, dari segi pengelolaan waktu maupun dari segi keuangan, sehingga harus disikapi dengan bijak.
Apa yang harus disiapkan. Untuk urusan pindah kerja/tidak, kita perlu menyadari apa tujuan dari pindah kerja. Jika cuma asal dapat gaji atau karier kita perlu berpikir ulang. Pengelolaan keuangan akan sangat vital khususnya jika itu terkait dengan kredit (lebih-lebih lagi kartu kredit) dan untuk mereka yang mau segera menikah.
Pondasi yang kokoh merupakan kunci pernikahan. Jangan menikah jika belum siap, karena banyak masalah menghadang. Komunikasi antar pasangan dan konseling dengan alumni atau orang yang sudah menikah cukup lama akan sangat membantu. Menentukan pelayanan yang tepat akan tergantung dari banyak pertimbangan.
III. Masa Kerja 5 s/d 10 Tahun
Inilah perioede paling kritis dari alumni ‘baru’, karena semua ‘jebakan’ dan tantangan timbul disini. Banyak alumni ‘baru’ menghilang pada periode ini karena satu dan lain hal. Penyebab utamanya karena periode ini adalah transisi ke arah kemapanan.
Dalam dunia kerja, biasanya dengan masa kerja 5-10 tahun, karier meningkat cukup tajam. Urusan pindah kerja bukan lagi sekedar mau cari gaji lebih tinggi tapi lebih kepada tantangan dan kepuasan. Biasanya berada pada level GM, VP atau bahkan untuk sebagian orang Direktur. Dengan kedudukan seperti ini, orang akan merasa mapan, biasanya juga sudah punya cukup uang dan ini masalah pertama dan utama. Penggunaan/pengelolaan uang bias menjadi batu sandungan, karena dapat digunakan dengan tidak bijak seperti untuk hura-hura/foya-foya, perempuan, hoby yang menghabiskan uang (selain waktu). Sebagian menggunakan uang untuk tujuan investasi sehingga memperoleh uang lebih banyak lagi, tapi yang lain malah terjebak dalam urusan kredit (terutama kartu kredit). Mobil dan atau rumah biasanya juga sudah punya, lepas apakah dari kredit atau punya sendiri. Kemapanan bisa menjadi berkat atau kutuk.
Pergaulan ada pada level yang berbeda yang sayangnya juga membawa bahaya. Suap, perempuan, night club atau bahkan miras dan narkoba dapat masuk dengan dalih untuk melancarkan bisnis atau networking.
Bagi yang sudah menikah, ini periode kritis. Kesibukan kerja membuat komunikasi suami istri gampang terputus dan menimbulkan percikan. Masalah kecil di dunia kerja bias terbawa ke rumah dan sebaliknya. Belum lagi jika sudah punya anak yang memerlukan perhatian yang lebih banyak. Perselisihan akan dapat lebih tajam dalam hal membesarkan dan mendidik anak. Bagi yang belum menikah, apalagi wanita, akan membawa dampak psikologis yang dapat membuat segala sesuatu menjadi ‘salah’.
Pelayanan biasanya juga sudah meningkat, baik di gereja (jadi majelis) maupun di tempat lain. Ini juga berakibat pada tersitanya waktu yang kemudian merembet ke keuarga dan pekerjaan. Pada saat itu kesaksian kita sebagai orang yang ‘sukses’ sedang dibutuhkan oleh dunia.
Jadi, bagaimana? Saat inilah semua dasar/prinsip hidup yang selama ini dipelajari, khususnya selama jadi mahasiswa dan alumni ‘baru’ diterapkan. Menjadi pribadi yang berintegritas (man of integrity) adalah kuncinya. Dan ini bias dicapai jika kita rela terus-menerus menerapkan prinsip yang benar sejak awal, misalnya mengenai suap dan perempuan, membina keluarga serta menunaikan pelayanan. Bagi saya, ini urutan prioritasnya :
- Keluarga
- Pekerjaan
- Pelayanan
Banyak membaca, ikut seminar atau berkomunikasi dengan yang lebih dulu melewati jalan yang sama akan sangat membantu.
IV. Masa Kerja Diatas 10 tahun.
Ini periode yang tantangannya akan sangat berbeda dengan yang sebelumnya dan rasanya kurang tepat jika dibicarakan sekarang, mengingat masih jauhnya waktu dari dunia mahasiswa.
V. Penutup
Bagian terpenting selain mempersiapkan mental dan pola piker ketika masuk dunia kerja dan kemudian menapakinya adalah berani untuk terus membuka wawasan dan mengubah paradigm/mind set jika yang lama tidak lagi cocok konteksnya. Dare to change dare to be great.
*) Gunawan Santoso, alumni PMKT (Teknik Nuklir ’84). Saat ini menjabat sebagai Direktur Treasury PT. Bank Panin Tbk.
re-written by : Helin Simatupang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar